Suatu ketika
seorang balita, sangat cerdas, berbakat tenis sejak kecil.
Tiba-tiba dia tak lagi mau berlatih tenis, prestasi sekolahnya pun
menurun. Sang ibu sangat gusar dan mencoba mencari apa penyebab
sang buah hati menjadi demikian. Penyebabnya hampir tak dimengerti oleh
ibu tersebut . Tanpa disadarinya dia sering memarahi dan menuntut
serta memberi kritikan yang pedas ketika hasil atau latihan tenis anak
tidak baik. Bahkan ketika guru les memberikan laporan kepada ibunya bahwa sang
anak mulai tidak mempunyai perhatian untuk belajar, ibu segera bereaksi untuk
memarahi anak.
Bukan
kritik yang membangun yang diberikan. Tapi kritik pedas dan makian serta marah
yang diberikan oleh ibu membuat anak tak punya percaya diri kepada kemampuan yang dia miliki. Sayang
bukan?
